Arkeologi Indonesia:Penjaga Budaya dan Moral Bangsa

Arkeologi Indonesia:Penjaga Budaya dan Moral Bangsa

Selasa, 01 Februari 2011

Langkah Awalku mengenal dan menemukan Peninggalan Leluhurku(PArt 1)

"Ekskavsi adalah salah satu teknik pengumpulan data melalui penggalian tanah yang dilakukan scr sistematis untuk menemukan suatu atau himpunan tinggalan arkeologi dalam situasi in situ(pada tempatnya).
Mungkin inilah kalimat yang membuat pembelajaranku di arkeologi terasa berbeda dengan ilmu lain.Tanah yang digali bukanlah digali secara sembarangan seperti para pemburu harta karun.Sebuah lapisan tanah bisa bercerita banyak tentang kita.Dia bisa menunjukkan seperti apa keadaan daerah itu pada peradaban terdahulu,menunjukkan betapa lamanya manusia telah berada di dalam tanah itu,dan dia menunjukkan sebuah arti perjuangan manusia sebelum kita bertahan untuk selalu bisa berjuang meneruskan generasi penerusnya.Lapis demi lapis tanah terlihat saat digali,itulah stratigrafi tanah yang menunjukkan lapisan - lapisan yang terjadi.Tiap lapis tanah,seperti setiap lembar cerita masa lalu yang tak terhitung jumlah ceritanya,setiap membuka haruslah perlahan karena ketakutan akan merusak lembaran masa lalu itu.
Ekskavasiku pertama kali aku lakukan di Situs Masjid Kauman Pleret,Bantul,DIY.Inilah kali pertama aku mengenal cara penggalian tanah yang berbeda dengan petani yang mencangkul tanah,atau tukang gali sumur yang menggali lubang untuk sumur,atau bahkan para pemburu harta karun yang ugal-ugalan menggali lubang.Perekaman apapun yang kami temukan baik sebelum menggali,saat menggali,dan sesudah menggali adalah bentuk tanggungjawab kami sebagai Arkeolog.Aku masuk dalam kelompok 5 kegiatan ekskavasi itu.Kelompokku terdiri dari aku,Falent,Lea,Riska,dan Bagus dengan pembimbing dari kakak angkatan kami yaitu Mas Apip.Tim inilah yang pertama kali selalu membuat aku selalu sadar,bahwa mengungkap masa lalu bukanlah hanya dari hasil sebuah penggagas teori,tapi dari banyak penggagas dan kerja sama adalah hal yang tak akan pernah bisa dihindari.Karena ekskavasi tidak butuh waktu sehari,dan di Pleret ini kami melangkah bersama ke masa lalu selama tujuh hari.
Dimulai dari survey lapangan.Kami mencari lokasi yang tepat untuk kami gali dan berpotensi menemukan sebuah struktur bangunan masjid kauman itu.Akhirnya setelah melihat peta grid yang telah dibuat oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala(BP3) DIY,kami memutuskan untuk memilih kotak H.VI.Alasan kami memilih kotak H.VI adalah...
(Bersambung...)